-->
Cari Berita

Breaking News

Masyarakat Lampung Jangan Panik: Erupsi GAK Mengarah Samudera Hindia

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Sabtu, 10 Oktober 2026



INILAMPUNGCOM  - Seiring aktifnya kembali Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda menebarkan erupsi sejak Jum'at malam, 9 Oktober 2026, masyarakat Provinsi Lampung, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, untuk jangan panik.


Mengapa begitu? "Karena saat ini arah angin ke Samudera Hindia. Meski demikian, warga yang domisili di pesisir diminta untuk tetap waspada," tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Lampung, Tezza B. Negoro, mewakili Kepala BPBD Aswarodi, Sabtu petang, 10 Oktober 2026.


Menurut Tezza, berdasarkan pengalaman selama ini, dengan posisi arah angin menuju Samudera Hindia maka kecil kemungkinan dampak erupsi GAK mengarah ke wilayah Provinsi Lampung.


"Sampai petang ini, arah angin masih ke Samudera Hindia. Partikel erupsi GAK mengarah kesana. InshaAllah tidak berdampak kepada kita di Lampung seperti beberapa waktu lalu," ucap Tezza B Negoro melalui pesan WhatsApp.


Diketahui, sejak Jum'at malam, 9 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB status GAK telah dinaikkan ke level III atau siaga.


Menurut Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, sampai Sabtu siang telah terjadi sembilan kali erupsi dengan ampitudo maksimal 55 milimeter dan durasi 32 detik. Namun, untuk tinggi kolom erupsi tidak teramati. 


Erupsinya kembali GAK ini memang tetap perlu diwaspadai. Karena mengandung beberapa ancaman, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava. 


Aswarodi menambahkan, erupsi sekunder di GAK tersebut akibat kontak material lava bersuhu tinggi dengan air laut maupun air hujan.


Ia meminta warga pesisir untuk waspada dan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari GAK.


Aksi Modifikasi Cuaca


Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pesawat yang bertugas melakukan operasi modifikasi cuaca OMC bergeser dari Riau ke Provinsi Lampung. 


Menurut Tezza B Negoro, pesawat tersebut pada Sabtu petang telah mendarat di Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan.


"Rencananya mulai Minggu pagi besok akan dilakukan operasi modifikasi cuaca guna menurunkan hujan di Provinsi Lampung," jelas Tezza. (zal/inilampung)

LIPSUS