![]() |
| Gubernur Lampung saat di TNWK, Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (23/8/2026) |
INILAMPUNGCOM - Pemprov Lampung benar-benar menjadikan aksi pemadaman atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi prioritas.
Hal itu diantaranya dibuktikan dengan ditambahnya peralatan bagi tindak pemadaman di lapangan. Selasa pagi, 20 Oktober 2026, tim BPBD Lampung menuju kawasan TNWK untuk membawa tambahan peralatan pemadaman tersebut.
Apa saja bentuknya? Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Lampung, Tezza Brojo Negoro, menjelaskan peralatan tambahan itu terdiri dari mesin alcon 20 unit, selang hantar 200 roll, selang hisap 19 roll, sepatu boot 300 pasang, serta bockpack dan setshoter 100 set.
"InshaAllah saya dan tim Darlog yang besok pagi membawa langsung tambahan alat pemadaman itu ke Way Kambas," kata Tezza mewakili Kepala BPBD Lampung Aswarodi, Senin malam, 19 Oktober 2026, melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, peralatan tambahan itu dibutuhkan di lapangan guna mempercepat proses pemadaman karhutla di Taman Nasional Way Kambas saat ini.
Selain membawa tambahan peralatan untuk pemadaman, tim BPBD Lampung juga menyiapkan tambahan logistik bagi tim yang bertugas di lapangan. Mulai dari beras, sarden, minyak goreng, indomie, air mineral, dan beberapa lainnya.
Diketahui, sampai saat ini kawasan Way Kambas masih menyimpan sedikitnya 25 titik bara api. Untuk memadamkannya tidaklah mudah.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal didampingi Kepala BPBD Aswarodi dan Kepala DLH Riski Sofyan, Senin pagi, 19 Oktober 2026, di Pusdalops BPBD Lampung, mengakui bahwa untuk memadamkan karhutla di Way Kambas bukanlah pekerjaan mudah.
Mengapa begitu? "Karena sebagian api berada di bawah permukaan lahan gambut, sehingga sulit terlihat secara langsung," ucapnya.
Kondisi yang demikian, sambung Gubernur Mirza, mengakibatkan kepulan asap terus muncul meski kobaran api tidak tampak di permukaan tanah.
Diungkap juga bahwa hingga hari Senin ini masih terjadi kebakaran di tempat lain, yaitu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.
Menurut Mirza, sebelumnya terdapat tiga lokasi kebakaran baru di pinggir jalan tol pada hari Jum'at, 16 Oktober 2026. Seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan pada malam harinya.
“Kemarin siang ada kebakaran lagi di TPA Bandar Jaya Terbanggi Besar Lampung Tengah, tapi karena ini adalah TPA agak susah dipadamkan. Sampai tadi malam sudah berkurang tapi tadi pagi masih ada titik api,” ujar Mirza
Namun, kebakaran di kawasan TPA Bandar Jaya di dekat Pintu Tol Gunung Sugih itu membutuhkan penanganan lebih intensif karena api membakar tumpukan sampah.
Hingga Minggu malam, kebakaran dilaporkan mulai berkurang. Meski demikian, petugas masih menemukan titik api pada Senin pagi. Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran telah disiagakan di lokasi. Ditargetkan api di TPA Bandar Jaya dapat dipadamkan hari Senin ini.
Asap TNWK Mulai Merambah Desa
Terkait karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang rencananya akan dikunjungi Presiden Prabowo akhir Oktober ini, Gubernur Mirza mengungkapkan, saat ini terdapat tiga lokasi kebakaran di kawasan tersebut yang membutuhkan penanganan.
Bahkan sejumlah titik berada tidak jauh dari permukiman warga, dan asapnya mulai bergerak ke arah desa-desa sekitar.
Diakui Mirza, pemadaman di lahan gambut tidak dapat dilakukan hanya dengan sekali penyiraman. Petugas harus melakukan pemadaman secara berulang untuk menjangkau api yang masih menyala di bawah permukaan tanah.
Dalam penanganannya, Pemprov Lampung telah mengerahkan sekitar 350 personel gabungan dari unsur TNI AD, BPBD kabupaten, BPBD provinsi, serta masyarakat.
Selain melalui jalur darat, pemerintah juga meminta bantuan BNPB untuk melakukan operasi
waterbombing
atau pemadaman menggunakan helikopter. Bantuan tersebut diperlukan karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari sumber air, sehingga menyulitkan proses pemadaman oleh petugas di lapangan.
Pemprov Lampung juga meminta dukungan peralatan berupa selang pemadam dengan panjang mencapai tiga kilometer agar pasokan air dapat menjangkau titik kebakaran.
“Jadi saat ini ada dua lokasi yang masih kebakaran, di TPA Bandar Jaya yang insyaAllah hari ini padam karena ada 10 mobil pemadam yang disiagakan di sana, dan di TNWK kami sudah terjunkan 350 relawan darat dan melakukan waterbombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC),” ucap Mirza.
Ditegaskan, Pemprov Lampung terus berupaya mempercepat pemadaman, terutama di kawasan TNWK yang memiliki karakteristik lahan gambut dan berpotensi menimbulkan dampak asap bagi masyarakat di sekitarnya. (kgm-1/inilampung)

