-->
Cari Berita

Breaking News

Pensiunan PTPN I Regional 7 Berharap Perusahaan Bangkit dan Jaya

Dibaca : 0
 
Kamis, 01 Oktober 2026


INILAMPUNGCOM
— Lebih dari 50 pensiunan karyawan PTPN VII, yang kini menjadi PTPN I Regional 7, menggelar reuni di Blambangan Umpu, Waykanan, Sabtu pekan lalu. Selain melepas rindu dan mempererat silaturahmi, mereka mendoakan perusahaan yang pernah menjadi tempat mereka bekerja itu bangkit dan jaya kembali.


Para purnakaryawan yang telah terpisah selama 10, 20, bahkan 25 tahun itu bertemu dalam suasana kekeluargaan di rumah salah satu mantan karyawan. Mereka berbagi cerita masa lalu, berdiskusi tentang perusahaan, hingga napak tilas ke kantor unit yang kini hanya menjadi afdeling Kebun Tulung Buyut.


Marhaedi Effendi, penggagas reuni, mengatakan pertemuan tersebut murni untuk silaturahmi dan temu kangen. Bagi mereka yang mengawali karier dari kebun, perjalanan sebagai karyawan PTPN VII menyimpan banyak kenangan, mulai dari pengalaman kerja hingga berbagai peristiwa yang sulit dilupakan.


"Gagasan untuk reuni ini murni hanya silaturahmi. Kami semua dulu berawal dari Kebun Bapu (Blambangan Umpu) inilah. Waktu itu, ini PIRSUS IA dan kami pelaksana, istilahnya babat alasnya. Namanya juga kerja di kebun jauh dari mana-mana dan perusahaan belum secanggih sekarang. Jadi, ada aja kejadian, cerita, kisah, dan lainnya dari yang tragis, lucu, konyol, dan sebagainya. Jadi, kami sepakat reuni untuk silaturahmi aja," kata Marhaedi, yang akrab disapa Medi.


Meski dikemas sederhana, reuni tersebut tetap dibentuk dengan kepanitiaan. Ketua Panitia Sipon Purwanto mengaku bersyukur pertemuan para mantan karyawan eks-PIRSUS Blambangan Umpu angkatan pertama itu dapat terlaksana.


Sebagian besar dari mereka kini telah pindah tugas dan berdomisili di luar daerah. Namun, pertemuan tersebut kembali menghidupkan cerita dan kenangan lama yang selama bertahun-tahun tersimpan.


"Ikatan perjalanan masa lalu yang menguatkan kami bertemu lagi dalam reuni ini. Banyak yang lucu-lucu sehingga sulit dilupakan. Kami kumpul dan ngobrol-ngobrol saja. Setelah itu, kami sempatkan datang ke lokasi bekas kami kerja dulu," kata Sipon didampingi Ademas.


Di balik suasana akrab reuni, para pensiunan juga menyimpan keprihatinan terhadap kondisi Kebun Tulung Buyut Afdeling Blambangan Umpu, tempat mereka mengawali pengabdian. Mereka melihat kondisi kantor dan kebun yang terbengkalai serta aktivitas operasional perusahaan yang tidak lagi berjalan seperti dahulu.


Sipon mengaku cukup memahami penyebab tersendatnya operasional perusahaan. Namun, ia memilih tidak mengulas persoalan tersebut lebih jauh.


"Kami hanya bisa mendoakan agar perusahaan bisa bangkit dan jaya kembali. Sebab, peran perusahaan itu kepada kesejahteraan masyarakat sekitar sangat besar," ujarnya.


Menurut dia, keberadaan PTPN VII melalui proyek PIRSUS IA Blambangan Umpu pada masanya turut mengangkat perekonomian warga sekaligus membuka wilayah tersebut. Karena itu, para pensiunan berharap perusahaan kembali berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (mfn/rls)

LIPSUS