INILAMPUNGCOM --- Sosok Andi Arief tiba tiba ikut berkomentar soal ijazah Gibran Rakabuming Raka ditengah banyaknya spekulasi Keputusan Mahkamah Konstitusi.
Andi Arief menyebutkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membutuhkan tempat untuk melakukan klarifikasi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti ijazah SMA atau sederajat.
Pansus DPR (jika nantinya terjadi) justru menjadi momen Gibran memberikan klarifikasi.
"Yang butuh pansus atau butuh klarifikasi itu justru Wapres Gibran sendiri," kata Andi Arief, aktivis 98 yang saat ini didapuk Komisaris PLN, dalam keteranganya, Rabu.
Andi lalu membadingkan, era pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat penanganan kasus Bank Century, tahun 2010.
Saat itu, pansus DPR RI justru digunakan untuk melakukan klarifikasi. Pada saat Pansus Century, DPR sempat diwarnai polemik luar biasa. Eskalasi politik sangat panas, hingga muncul istilah para "koboy-Senayan".
Presiden SBY tidak melarang terbentuknya pansus, karena faktanya --- justru dengan pansus itu semua tuduhan bisa terklarifikasi semua.
Jadi, putra kelahiran Enggal, Bandar Lampung itu menegaskan, Pansus DPR jika nanti memang terjadi justru peluang bagi Gibran menjelaskan semua polemik yang menyerang dirinya.
Andi Arief adalah aktivis mahasiswa dan politisi Partai Demokrat yang selalu dikenal "tangan kanan" Cikeas, karena saking dekatnya dengan keluarga SBY. (kgm-1/inilampung).

