INILAMPUNGCOM --- Masih ingat kasus penembakan berencana Brigadir N. Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen. Pol. Sambo ?
Salah seorang pengacara Yosua, yakni Kamaruddin Simanjuntak dikabarkan meninggal dunia, Senin 19 Oktober 2026.
"Benar beliau telah berpulang ke rumah Bapa di surga subuh tadi pukul 03.00 WIB," kata rekan sesama advokad, Martin Lukas Simanjuntak dihubungi, Senin (19/10/2026).
Dia mengatakan Kamaruddin meninggal di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat. Jenazah saat ini akan disemayamkan dirumah duka sebelum diberangkatkan ke pemakaman.
Komaruddin dikabarkan, mengalami sakit sejak setahun terakhir, dan terus menjalani cuci darah.
Nama Kamaruddin Simanjuntak menjadi familiar di mata publik setelah menjadi tim pengacara di kasus penembakan yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo. Saat itu, ia menjadi pengacara keluarga Yosua Hutabarat.
Selain perkara tersebut, ia pernah terlibat dalam penanganan kasus korupsi e-KTP, korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, serta menjadi kuasa hukum Muhammad Kece dalam perkara penistaan agama.
Pernah Tinggal di kolong Jembatan.
Media tirto.id pernah menulis, sosok Kamaruddin Hendra Simanjuntak pejuang gigih.
Komarudin Simanjuntak lahir di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada 21 Mei 1974. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Siborongborong pada 1992, ia memutuskan merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki kehidupannya.
Namun, kehidupannya di ibu kota tidak langsung berjalan mudah. Ia pernah tinggal di bawah kolong jembatan di kawasan Klender, Jakarta Timur, selama sekitar tiga bulan karena tidak memiliki uang untuk menyewa tempat tinggal.
Selama masa tersebut, Kamaruddin melakukan berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada 1993, ia akhirnya memperoleh pekerjaan sebagai customer service di sebuah restoran.
Kamaruddin kemudian mencoba membangun bisnis kecil-kecilan. Namun, usaha tersebut tidak bertahan lama sehingga ia kembali mencari pekerjaan lain. Ia sempat bekerja sebagai tenaga penjual atau sales. Dari perjalanan itulah, ketertarikannya terhadap dunia hukum dan profesi pengacara mulai tumbuh. Ia kemudian memutuskan melanjutkan pendidikan tinggi agar dapat menekuni bidang hukum secara profesional.
Pada 2000, Kamaruddin melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Ia menyelesaikan studinya pada 2004 dengan predikat cum laude.
Setelah menyelesaikan pendidikan hukum, Kamaruddin meniti karier sebagai advokat. Pada 2007, ia bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Kamaruddin kemudian mendirikan firma hukum sendiri bernama Victoria Law Firm pada 2019. Ia juga dikenal melalui aktivitasnya dalam firma hukum yang menggunakan nama Kamaruddin Simanjuntak & Partners.
Selain menjalani profesi pengacara, Kamaruddin turut terjun ke dunia politik. Pada 7 Juli 2020, ia mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera. (kgm2/inilampung).

