-->
Cari Berita

Breaking News

Warga Gedong Meneng Keluhkan Pipa PDAM Bocor, Desak Koordinasi Lintas Instansi

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Kamis, 29 Oktober 2026



INILAMPUNGCOM - Warga dan pengguna jalan di kawasan Jalan Lada Ujung, Kelurahan Gedong Meneng, kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, mengeluhkan kebocoran pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau di jalur tersebut. 


Dalam bulan Oktober 2026 ini sudah terjadi sedikitnya tiga kali berturut-turut. Kondisi itu diperparah oleh kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung mendapat perbaikan. Aspal yang mengelupas dan lubang jalan disinyalir menjadi penyebab utama rapuhnya pipa dibawah tanah akibat terus-menerus menahan beban kendaraan yang melintas. 


Sebagaimana diketahui, Jalan Lada merupakan jalur alternatif yang sangat padat dan vital bagi masyarakat. Setiap harinya, jalan ini menjadi rute utama bagi pengendara dari arah Tanjungkarang Barat dan Kemiling yang hendak menuju kawasan Universitas Lampung (Unila) maupun wilayah Rajabasa. 


Salah seorang warga setempat Kamis pagi, 29 Oktober 2026, mengungkapkan kekecewaannya karena persoalan ini terkesan dibiarkan tanpa solusi jangka panjang. 


“Kondisi jalan ini sudah lama rusak dan sudah berulang kali dilaporkan oleh warga, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak terkait. Akibat jalan rusak, pipa PDAM dibawahnya jadi ikut pecah karena tertekan kendaraan padat. Dalam sebulan ini saja sudah tiga kali bocor,” ujar Makmur, warga setempat, dengan nada kesal. 


Siklus kerusakan ini dinilainya merugikan banyak pihak. Kebocoran pipa air PDAM Way Rilau memicu genangan yang mempercepat pengikisan lapisan aspal, sementara aspal yang hancur membuat pipa kehilangan pelindung dari tekanan kendaraan berat. 


Akibatnya, pengendara yang melintas harus ekstra waspada, karena selain macet, jalan menjadi kubangan dan rawan kecelakaan. 


Mewakili masyarakat, Makmur mendesak agar PDAM Way Rilau dan Dinas PU Kota Bandar Lampung dapat berkoordinasi secara taktis, tidak saling lempar tanggung jawab dan ego sektoral. 


Ia menilai, perbaikan pipa akan sia-sia dan terus berulang jika Dinas PU tidak segera turun tangan untuk memperbaiki dan mengaspal kembali struktur jalan secara permanen.


“Kalau memang tidak bisa melakukan perbaikan menyeluruh dengan alasan keterbatasan dana, minimal bagian pipa yang bocor diprioritaskan perbaikannya,” ucapnya.


Dikatakan, Dinas PU memiliki alokasi anggaran pemeliharaan rutin jalan yang dirancang untuk menangani tambal sulam kerusakan-kerusakan jalan, termasuk menangani kerusakan jalan yang sangat mendesak.


Hingga berita ini ditayangkan, pihak PDAM Way Rilau belum melakukan perbaikan. Sementara air sudah menggenangi jalanan yang ada di sekitarnya. (zal/inilampung)

LIPSUS