-->
Cari Berita

Breaking News

Golkar Respons Santai Kritik Kamrussamad terhadap Kinerja Tiga Menteri

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 01 November 2026

 

Idrus Marham

INILAMPUNGCOM --  Dinamika di tubuh Koalisi Merah Putih menjadi perhatian setelah politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, melontarkan kritik terhadap kinerja tiga menteri dari Partai Golkar di Kabinet Merah Putih. Menanggapi hal tersebut, Partai Golkar menyatakan tetap menyikapinya secara tenang dan tidak menjadikan kritik tersebut sebagai persoalan yang mengganggu soliditas koalisi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menanggapi kritik tersebut dengan mengingatkan bahwa para elite politik yang berada di lingkaran kekuasaan pada dasarnya telah saling mengenal, termasuk memahami karakter dan rekam jejak masing-masing.

Idrus juga menyinggung hubungan lama antara Kamrussamad dan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Keduanya diketahui pernah beraktivitas dalam organisasi kepemudaan dan dunia usaha, yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

"Ketika saya menjadi sekjen, kami sudah saling memahami, makanya jangan ada permainan antara kita," kata Idrus, Jumat (30/10/2026).

Kalimat "jangan ada permainan antara kita" tersebut menjadi sinyal tegas dari partai terebut agar kritik kenegaraan tidak dijadikan kedok untuk intrik politik pribadi antarelite.

Golkar menuntut agar setiap manuver politik di internal koalisi dilakukan secara jantan dan berkeadilan, tanpa ada upaya untuk saling menjegal atau mencari panggung di tengah kesibukan pemerintah. 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar dinamika dan kritik politik di lingkungan koalisi tetap disampaikan secara terbuka serta berorientasi pada evaluasi kinerja pemerintahan. 

Meski demikian, Idrus memastikan kritik yang disampaikan tidak akan mengubah posisi Partai Golkar dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa berbagai masukan dan evaluasi harus menjadi dorongan bagi kader Golkar yang berada di kabinet untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat pelaksanaan program pemerintah.

Idrus juga mengaitkan kinerja para menteri Golkar dengan keberlanjutan pemerintahan Prabowo. Menurutnya, capaian kerja pada periode pertama pemerintahan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda kepemimpinan presiden.


TIGA MENTERI GOLKAR

Sebelumnya, Kamrussamad mengungkapkan hasil evaluasi Partai Gerindra terhadap 42 menteri dan wakil menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih. Dalam evaluasi tersebut, ia menyoroti sejumlah persoalan di tiga kementerian yang dipimpin kader Partai Golkar.

Di sektor energi, Kamrussamad menyoroti persoalan bahan bakar minyak (BBM) serta pemadaman listrik berkepanjangan di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian terhadap kinerja Kementerian ESDM.

Selanjutnya, persoalan judi online dan pinjaman online (pinjol) yang masih membebani masyarakat menjadi sorotan terhadap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sementara di sektor pemberdayaan usaha lokal, Kamrussamad menyoroti tingginya suku bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang disebut masih berada di atas 20 persen.

Menurut Kamrussamad, berbagai persoalan tersebut membutuhkan peran lebih strategis dari kementerian terkait, khususnya dalam menjalankan fungsi regulator agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya penempatan figur kabinet berdasarkan kompetensi dan kemampuan dalam menerjemahkan program presiden menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Karena solidnya gini, di partai politik itu kan banyak orang-orang yang profesional, yang punya kompetensi, yang tidak kalah daripada figur-figur nonpartisan. Jadi, bagaimana supaya figur-figur yang masuk di kabinet ini memenuhi kompetensi yang bisa mendeliver apa yang menjadi program presiden ke masyarakat,” jelas Kamrussamad.

Polemik ini memperlihatkan adanya dinamika evaluasi kinerja di antara partai-partai pendukung pemerintah. Di sisi lain, Golkar menegaskan bahwa kritik terhadap menteri merupakan bagian dari dinamika politik yang tidak harus berujung pada persoalan soliditas koalisi. (kgm2/inilampung)

LIPSUS