-->
Cari Berita

Breaking News

Wadir Akademi Golkar Wajid Fauzi Minta Kader Muda Wajib Fahami AI

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Sabtu, 07 November 2026



INILAMPUNGCOM, JAKARTA – Wakil Direktur Akademi Partai Golkar, Wajid Fauzi, mengakui masih banyak kader yang belum sepenuhnya memahami keberadaan, fungsi, dan peran Akademi Golkar sebagai lembaga pendidikan politik dan kaderisasi partai.

Padahal, Akademi Golkar dibentuk sebagai langkah strategis untuk membangun sistem kaderisasi yang lebih terintegrasi, terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan dalam mempersiapkan sumber daya manusia partai menghadapi tantangan politik masa depan.

Hal tersebut disampaikan Wajid Fauzi saat membuka kegiatan Workshop Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung di Garuda Spark, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti para pengurus dan kader Partai Golkar dari berbagai daerah, termasuk unsur pimpinan daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Wajid yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Suria,  dan Yaman itu menjelaskan bahwa Akademi Golkar merupakan bagian penting dari skema besar pembenahan sistem perkaderan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Akademi Golkar ini adalah bagian dari skema besar perkaderan yang kita lakukan," ujar Wajid.

Menurutnya, keberadaan Akademi Golkar bukan sekadar lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Lebih dari itu, akademi diharapkan menjadi pusat pengembangan kapasitas kader, pendidikan politik, serta kajian strategis untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

Akademi Partai Golkar sendiri telah diresmikan dan dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai pusat pendidikan politik, kaderisasi strategis, dan kajian kebijakan partai.

Lembaga tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu instrumen dalam mempersiapkan kepemimpinan dan sumber daya kader menjelang Pemilihan Umum 2029.

Sejumlah program pendidikan telah disiapkan, termasuk Training of Trainers (ToT), yang bertujuan mencetak tenaga pelatih dan instruktur kaderisasi di berbagai tingkatan kepengurusan.

Kader Golkar Dituntut Kuasai Teknologi AI
Wajid menegaskan, perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons oleh seluruh kader Partai Golkar.
Menurutnya, perubahan zaman berlangsung begitu cepat sehingga kader partai politik tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan organisasi dan pengalaman politik semata.

Kader juga dituntut memiliki wawasan, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi agar mampu mengikuti perkembangan masyarakat.

Karena itu, Akademi Golkar akan terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga tingkat lanjut.

Materi pendidikan dirancang agar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan teknologi.

"Partai Golkar bukan hanya partai yang memiliki basis demokrasi, tapi juga memiliki inovasi. Kita ingin menjadi partai yang tidak hanya kuat secara organisasi, tapi juga memberi manfaat bagi Indonesia secara keseluruhan," tegasnya.

Hasil Workshop Harus Diterapkan di Daerah
Lebih lanjut, Wajid berharap kegiatan workshop AI tersebut tidak berhenti sebatas forum diskusi dan penyampaian materi.

Ia meminta seluruh peserta, khususnya para pimpinan dan pengurus Golkar di daerah, mampu menyerap pengetahuan dari para narasumber untuk kemudian diterapkan dalam aktivitas organisasi masing-masing.

Dengan demikian, hasil pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Akademi Golkar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kaderisasi dan tata kelola organisasi partai.

"Kita berharap apa yang disampaikan oleh para narasumber dan ahli dapat dicatat, dipahami, dan dilaksanakan dengan baik di daerah masing-masing," katanya.

Wajid juga mengingatkan pentingnya membangun budaya belajar di lingkungan Partai Golkar agar setiap kader memiliki kesiapan menghadapi perubahan politik, sosial, dan teknologi.

"Semoga pulang dari sini, kita membawa oleh-oleh ilmu yang bermanfaat bagi Partai Golkar," pungkasnya.

Melalui program pendidikan politik dan pelatihan teknologi tersebut, Akademi Golkar diharapkan dapat memperkuat sistem kaderisasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029. (kgm/inilampung)

LIPSUS